Mengenal Kriteria Penilaian Kinerja Karyawan dengan Model 9 Box Matrix

9 Box Model, Kriteria Penilaian Kinerja Karyawan Guna Pengembangan Potensi

Dalam beberapa kasus yang telah dialami, hasil asesmen karyawan tidak sesuai dengan kinerja yang diharapkan oleh perusahaan. Bahkan karyawan yang mendapatkan hasil asesmen baik pun sebagian besar kurang efektif dalam melaksanakan tanggung jawabnya.

Pada dasarnya, asesmen memang tidak menjadi kriteria penilaian kinerja karyawan, namun untuk melihat perkembangan potensi dari diri karyawan. Asesmen pun sangat diperlukan untuk mencari karyawan yang sesuai dengan kemampuannya, sehingga bukan hanya di harapkan menjadi good performer saja namun juga mampu menjadi excellence performer di perusahaan.

Sebagai upaya dalam menjembatani hasil asesmen dengan kinerja karyawan, maka hadirlah solusi baru dalam kriteria penilaian kinerja karyawan sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki mereka untuk di dedikasikan pada perusahaan, yakni dengan model 9 Box Matrix. Awal mulanya metode ini pertama kali dikembangkan oleh McKinsey pada tahun 1960-an untuk membantu menilai potensi individu dalam bisnis milik GE.

Dari Kriteria Penilaian, Menentukan Posisi Individu Dalam Perusahaan

9 Box Matriks ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan merencanakan karyawan untuk menempati jabatan yang sesuai dengan potensi yang dimiliki. Dimensi 9 Box Matrix sendiri terbagi menjadi dua yaitu performa karyawan pada masa lalu yang diwakili oleh sumbu x dan potensi karyawan di masa mendatang yang diwakili oleh sumbu y. Kombinasi sumbu x dan y inilah yang akan menentukan posisi suatu individu di dalam perusahaan.

Dalam membaca perhitungannya, pada kuadran kanan atas, kecenderungan nilai x dan y akan tinggi, sehingga itu artinya individu diidentifikasikan sebagai kandidat yang berpotensi tinggi dalam rencana mensukseskan perusahan atau yang disebut dengan succession planning candidate.

Peran 9 Box Matriks ini dilakukan untuk menjadi kriteria penilaian kinerja karyawan yang paling efektif dan membantu perusahaan untuk memfokuskan kepada siapa fokus pengembangan individu akan diberikan. Selain itu, fungsi lain dari penggunaan model ini adalah untuk mengurangi penilaian secara subjektif dan membantu penerapan kriteria karyawan serta low cost.

Baca Juga: Jadi Pemimpin yang Baik dengan Tips Memotivasi Produktivitas Karyawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *