Lakukan Strategi Startup Founder Untuk Sukses Membangun Tim

Sukses Membangun Tim Dengan Lakukan Strategi Berikut Sebagai Startup Founder

Ketika Anda sudah memutuskan untuk membangun sebuah bisnis berarti Anda juga telah siap untuk berkolaborasi dengan berbagai orang-orang yang akan membantu kesuksesan bisnis Anda. Seorang startup founder penting untuk memiliki sebuah tim di dalam bisnisnya, karena tidak ada satupun founder yang mampu membangun bisnis seorang diri. Betul?

Membangun tim membutuhkan banyak persiapan. Jika Anda masih bingung dalam menentukan ide untuk mencari orang-orang yang pas untuk berkolaborasi bersama Anda, sepertinya Anda perlu membaca artikel kami hingga selesai karena kami akan memberikan 4 strategi dalam mencari orang-orang yang akan membantu menumbuhkan bisnis Anda.

1. Rekrut Skill, Bukan Pengalaman

Strategi membangun tim yang pertama adalah tanamkan mindset dalam kepala Anda bahwa Anda harus mencari orang-orang yang memiliki kemampuan, bukan sekedar pengalaman. Kemampuan akan menjadi pondasi utama karena dalam startup, semua orang akan sama-sama berkolaborasi untuk membangun bisnis maka kemampuan setiap anggota tim sangat dibutuhkan.

Jadi tidak perlu khawatir jika orang-orang yang Anda rekrut tidak memiliki pengalaman kerja, jika mereka memiliki kemampuan, orang-orang di tim Anda akan bersatu menjadi tim yang besar dengan kemampuan yang maksimal untuk pertumbuhan bisnis.

2. Cari Kandidat yang Adaptif

Kita tak bisa memungkiri bahwa tidak ada tim yang solid, yang ada adalah tim yang mau bekerjasama meskipun setiap anggota memiliki karakter yang berbeda. Untuk itu, sebagai startup founder Anda harus mencari kandidat yang adaptif dan mau bekerja sama.

Percuma saja jika Anda merekrut orang-orang yang tidak kooperatif dan adaptif, bukan hal yang mustahil jika bisnis Anda tidak mampu bersaing dan Anda gagal membangun tim yang kolaboratif.

3. Gunakan Media Sosial

Sekarang ini beragam media sosial dijadikan untuk mencari kandidat-kandidat yang akan bersatu dalam tim bisnis. Anda bisa menggunakan media sosial yang sedang hype di saat ini seperti Instagram, Facebook, Twitter dan LinkedIn untuk mempermudah Anda mencari kandidat anggota tim Anda. Mudah bukan? Jadi Anda tidak perlu repot-repot untuk menempel flyer dan membagikan brosur.

4. Tanamkan Selalu Budaya Startup Anda

Yang terpenting dari sukses membangun tim adalah menciptakan budaya yang baik di dalam perusahaan dan untuk tim. Karena setiap anggota tim Anda memiliki kepribadian, pemikiran dan karakter yang berbeda-beda, dan untuk menyatukan perbedaan tersebut maka budaya perusahaan penting guna menjadi pondasi yang sangat kuat untuk membangun sebuah tim yang sempurna.

Jangan lupa untuk menerapkan 4 strategi diatas di dalam perusahaan startup Anda. Jika Anda membutuhkan training mengenai bagaimana menjadi pemimpin dan mengelola perusahaan yang tepat, Anda bisa bergabung bersama kelas training dari kami, MY LABS. Klik disini untuk mengetahui info detailnya. Semoga berhasil!

Baca Juga : Rancang Perencanaan Pelatihan Karyawan Untuk Jadi Pemimpin yang Baik

Rancang Perencanaan Pelatihan Karyawan Untuk Jadi Pemimpin yang Baik

Buat Perencanaan Pelatihan Individual, Jadi Pemimpin Yang Baik dan Mandiri

Usai melakukan perekrutan dan seleksi, maka Anda telah menentukan karyawan-karyawan terbaik pilihan Anda yang akan menjadi partner kerja Anda dalam upaya membantu mencapai tujuan dan pertumbuhan perusahaan. Namun terkadang, karyawan baru masih harus mengembangkan kemampuan mereka.

Maka dari itu, untuk jadi pemimpin yang baik, Anda wajib menyediakan fasilitas pelatihan individual karyawan (training) agar kemampuan yang telah mereka miliki dapat dikembangkan secara optimal dan dampaknya kontribusi yang akan diberikan kepada perusahaan selama ia bekerja nanti akan terlaksana dengan tepat dan maksimal.

Terkadang, beberapa perusahaan tidak mau ambil pusing soal ini dengan mengirim para karyawan baru ke dalam kelas-kelas pelatihan. Namun sebenarnya, Anda bisa melakukan pelatihan secara mandiri tanpa harus mengirim mereka ke berbagai pelatihan di luar.

Langkah merancang pelatihan individual karyawan yang akan kami bahas ini akan membantu Anda mengoptimalkan peran untuk jadi pemimpin yang baik.

1. Membuat Skills Inventory

Yang harus Anda lakukan pertama adalah menilai keterampilan yang telah dimiliki karyawan saat ini. Bandingkan dengan kemampuan apa yang diperlukan untuk pekerjaan mereka. Jika dibuat listnya, seperti ini Anda menilai dan membandingkan keterampilan karyawan:

  • Bagaimana cara kerja karyawan
  • Apa kekuatan dan kelemahan mereka?
  • Dimana mereka bisa meng-improve diri mereka?
  • Ketika Anda mengevaluasi kinerja, dimana karyawan melakukannya dengan baik?
  • Terakhir, dimana mereka membutuhkan lebih banyak bantuan?

2. Memeriksa Kebutuhan Bisnis Anda

Anda juga perlu memikirkan kebutuhan bisnis yang dibutuhkan secara keseluruhan. Bagaimanapun, pelatihan adalah tentang memenuhi 2 kebutuhan, karyawan dan bisnis.

Pertanyaannya, apakah Anda mendapati kesenjangan keterampilan secara keseluruhan? Apakah ada fungsi tambahan yang Anda inginkan untuk karyawan Anda lakukan di masa depan? Seperti apa tren dalam industri perusahaan Anda di masa depan? Adakah teknologi penunjangnya?

3. Saring dan Ambil Masukan dari Karyawan

Jadi pemimpin yang baik salah satunya adalah mau mendengarkan aspirasi, kritik dan masukan dari para tim nya. Termasuk ketika Anda ingin melakukan pelatihan individual bagi karyawan baru. Satu atau dua anggota karyawan baru Anda pasti memiliki gagasan tentang apa yang ingin mereka pelajari.

Selama gagasan mereka relevan dengan pekerjaan dan sesuai dengan anggaran, untuk jadi pemimpin yang baik, coba untuk mengakomodasi permintaan mereka sebisa mungkin.

4. Membuat Rencana Bersama

Sekarang waktunya Anda duduk berkumpul bersama karyawan baru dan mulai membuat rencana pelatihan bersama dari keempat hal diatas yang telah diajukan.

Lakukan hal ini setidaknya setahun sekali atau paling tidak ketika kedatangan karyawan baru. Rencanakan keterampilan apa yang harus karyawan Anda miliki dan fokuskan ke tujuan di tahun depan.

Jika Anda membutuhkan bantuan untuk menyusun rencana pelatihan karyawan, TUW Consultant siap membantu Anda untuk merancang pelatihan yang bisa Anda lakukan di kantor tanpa harus ribet mengirim mereka ke berbagai seminar atau workshop pelatihan. Hubungi langsung admin kami via Whatsapp di no 0821-1659-176.

Baca Juga: Ketahui 5 Strategi Human Resources Management yang Tepat

Ketahui 5 Strategi Human Resources Management yang Tepat

Pahami Strategi Human Resources Management Untuk Tetapkan SDM yang Pas

Semakin pesatnya tantangan dunia di era modern dan globalisasi ini, mengelola sumber daya manusia tidak cukup hanya ditopang oleh kecapakan administrative saja namun sumber daya manusia di era masa kini harus juga mampu menunjukan daya saing yang tinggi terhadap sumber daya manusianya.

Ini yang harus dipikirkan oleh para human resources dalam menyusun strategi human resources management untuk mampu menghasilkan output berupa sumber daya manusia yang sesuai dan tepat guna mendukung pertumbuhan perusahaan yang signifikan.

1. Menentukan Human Resources

Dalam menentukan human resources, diperlukan kandidat-kandidat yang sesuai dan mampu mengatur pembuatan serta perencanaan struktur dan job desk karir karyawan.

Para karyawan yang menjabat menjadi Human Resources pun harus dibekali kemampuan-kemampuan yang akan menunjang mereka untuk berkembang menjadi seorang profesional Human Resources.

2. Menetapkan SDM Sesuai Skill

Strategi human resources management yang kedua ini penting untuk dilakukan, mengapa? Karena SDM tidak hanya ditempatkan di bidang sesuai dengan yang mereka lamar, namun Anda lebih baik menempatkan mereka sesuai dengan skill dan keahlian yang mereka miliki.

Ini dilakukan agar individu bisa menciptakan inovasi pada hasil kerjanya kepada perusahaan karena mereka bekerja sesuai dengan keahlian yang mereka miliki.

3. Management Trainee Fresh Graduate

Merekrut fresh graduate juga dinilai lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan perusahaan terhadap SDM yang tepat sasaran. Dengan mengadakan program management trainee ini, perusahaan bisa membentuk tenaga kerja sesuai dengan yang diinginkan.

4. Memilih SDM di Pasar Seperlunya

Strategi human resources management yang keempat adalah memilih SDM di pasar seperlunya. Ada kalanya ketika perusahaan memerlukan SDM dengan keahlian khusus, Anda mau tak mau juga harus mencarinya ke “pasar”. Karena pada dasarnya, karakterisitik SDM itu sendirilah yang penting dan pengalaman bisa di dapatkan ketika SDM tersebut mulai terjun ke lapangan.

5. Mendukung dan Menghargai Kebutuhan Karyawan

Strategi human resources management yang terakhir adalah selalu mendukung dan menghargai kebutuhan karyawan. Selalu mengapresiasi setiap tugas yang dikerjakan oleh SDM dan memberikan mereka fasilitas yang diperlukan akan mampu meningkatkan produktivitas perusahaan.

Baca Juga: 5 Keterampilan Manajer Yang Wajib Dimiliki, Bawa Pertumbuhan Signifikan Dalam Perusahaan

5 Keterampilan Manajer Yang Wajib Dimiliki, Bawa Pertumbuhan Signifikan Dalam Perusahaan

Tanamkan Keterampilan Manajer Untuk Tumbuhkan Perusahaan

Seorang manajer wajib memiliki keterampilan dasar dalam manajemen bisnis agar mampu mengelola dan memotivasi timnya secara efektif. Peran utama dari seorang manajer di setiap organisasi maupun perusahaan adalah untuk memimpin, memotivasi, mendukung dan mendorong karyawan untuk mau bekerja sama mencapai tujuan perusahaan.

Dan yang paling penting, seorang manajer harus mampu membawa pengaruh signifikan dan berarti bagi tim maupun perusahaan nya. Kebanyakan manajer sering mengalami masalah-masalah fundamental seperti kurangnya keterampilan manajer yang perlu dimiliki sehingga tidak mampu memimpin tim dengan baik dan kesulitan merumuskan hingga mengeksekusi perencanaan strategis bagi pertumbuhan perusahaan.

Sehingga, untuk menjadi seorang manajer yang efektif dan berkelas dunia, Anda harus mampu memiliki keterampilan manajer yang mumpuni agar mampu berkembang selaras dengan lingkungan organisasi yang tumbuh semakin cepat dan kompleks. Berikut 5 keterampilan manajer yang wajib dimiliki Anda, para calon world class manager.

1. Conceptional Skill

Seorang manajer khususnya manajer tingkat atas (top manager) wajib memiliki keterampilan manajer untuk menyusun perencanaan strategis, konsep, ide dan gagasan demi kemajuan organisasi. Kemudian Anda harus mampu menjabarkannya kepada seluruh tim dengan detail agar mampu menjadi suatu rencana kegiatan dengan tujuan mewujudkan gagasan tersebut.

2. Humanity Skill

Selain keterampilan konsepsional, manajer juga harus memiliki keterampilan berkomunikasi atau yang ada hubunagnnya dengan orang lain. Komunikasi persuasif harus selalu diterapkan oleh manajer terhadap tim nya. Dengan komunikasi persuasif dan bersahabat, tim akan merasa dihargai dan mereka akan bersikap terbuka pada Anda.

3. Technical Skill

Keterampilan ini mengacu pada kemampuan Anda sebagai manajer untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu yang berkaitan pada hal-hal teknis.

4. Time Management Skill

Seorang manajer harus mampu mengelola waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Setiap menit yang terbuang sia-sia akan sangat merugikan perusahaan. Waktu adalah aset yang sangat berharga, oleh karenanya manajer harus mampu mengelolanya dengan sangat baik agar produktivitas perusahaan tetap berjalan baik.

5. Making Decision Skill

Keterampilan manajer yang terakhir adalah mampu mendefinisikan masalah dan menentukan cara terabik dalam mengatasinya. Ini adalah keterampilan yang utama yang harus dimiliki oleh seorang top manager.

Jadilah manajer ekselen dengan menguasai 5 keterampilan dasar tersebut. Dengan begitu, Anda akan mampu menumbuhkembangkan perusahaan dan tim akan selalu memberikan performa terbaik di setiap pekerjaan mereka untuk meraih tujuan bersama perusahaan.

Baca Juga: Bisnis Inkubator VS Bisnis Akselerator, Lebih Pilih yang Mana?

Bisnis Inkubator VS Bisnis Akselerator, Lebih Pilih yang Mana?

Bisnis Inkubator dan Akselerator, Beda Lho!

Istilah-istilah baru bermunculan di tengah-tengah dunia startup saat ini seperti crowdfunding, venture capital dan sebagainya. Tak hanya itu, para entrepreneur juga rupanya masih sering salah kaprah saat menggunakan istilah bisnis inkubator dan akselerator.

Kedua jenis bisnis itu sering dianggap memiliki arti yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan lho. Meskipun menurut Hubert Zajicek, CEO dan Co-Founder dari Health Wildcatters pernah berkata bahwa bisnis inkubator dan akselerator sama-sama menawarkan program pembinaan bagi perusahaan startup untuk membantu mereka mengembangkan visi dan misi, menyusun model bisnis hingga menyusun strategi guna meningkatkan nilai jual, namun sebenernya proses penyeleksian dan penanaman modal keduanya sangatlah berbeda.

Lalu Apa Perbedaannya?

Mari kita bahas apa perbedaan antara bisnis inkubator dan bisnis akselerator. Perusahaan startup yang bergabung dalam perusahaan incubator akan berbagi fasilitas dan pelatihan bersama dengan startup lainnya yang juga mendapatkan dana permodalan dari perusahaan induk yang sama.

Sedangkan bisnis akselerator, perusahaan startup yang berada di bawah binaan perusahaan tersebut hanya dapat menggunakan fasilitas yang disediakan dalam waktu yang tertentu, biasanya hanya 3-6 bulan saja. Setelah mendapatkan pendanaan dan fasilitas tersebut, diharapkan perusahaan startup tersebut mampu mandiri lewat program-progam yang pelatihan yang diberikan.

Pilih Model Pembinaan Bisnis yang Cocok Dengan Anda

Selain itu, terdapat keunggulan lain yang dimiliki oleh bisnis inkubator dimana perusahaan startup yang dibina dapat menempati dan menggunakan fasilitas yang ada selama waktu yang dibutuhkan dan tak terbatas hingga perusahaan tersebut mampu melangkah maju ke tahap berikutnya.

Bagaimana? Mana yang lebih cocok untuk startup Anda? Meski pun berbeda namun kedua model pembinaan bisnis yang ada ini sama-sama dapat membantu startup Anda untuk lebih berkembang.

Baik bisnis inkubator maupun akselerator, dua-duanya menyediakan fasilitas mentoring dari para ahli di bidangnya sehingga kamu bisa mendapatkan pengetahuan mendalam tentang bagaimana caranya mengelola suatu bisnis dan perusahaan.

Jadi pilih yang sesuai dengan perusahaan Anda dan tumbuhkan bisnis Anda setinggi langit!

Baca Juga: Mengenal Kriteria Penilaian Kinerja Karyawan dengan Model 9 Box Matrix

Mengenal Kriteria Penilaian Kinerja Karyawan dengan Model 9 Box Matrix

9 Box Model, Kriteria Penilaian Kinerja Karyawan Guna Pengembangan Potensi

Dalam beberapa kasus yang telah dialami, hasil asesmen karyawan tidak sesuai dengan kinerja yang diharapkan oleh perusahaan. Bahkan karyawan yang mendapatkan hasil asesmen baik pun sebagian besar kurang efektif dalam melaksanakan tanggung jawabnya.

Pada dasarnya, asesmen memang tidak menjadi kriteria penilaian kinerja karyawan, namun untuk melihat perkembangan potensi dari diri karyawan. Asesmen pun sangat diperlukan untuk mencari karyawan yang sesuai dengan kemampuannya, sehingga bukan hanya di harapkan menjadi good performer saja namun juga mampu menjadi excellence performer di perusahaan.

Sebagai upaya dalam menjembatani hasil asesmen dengan kinerja karyawan, maka hadirlah solusi baru dalam kriteria penilaian kinerja karyawan sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki mereka untuk di dedikasikan pada perusahaan, yakni dengan model 9 Box Matrix. Awal mulanya metode ini pertama kali dikembangkan oleh McKinsey pada tahun 1960-an untuk membantu menilai potensi individu dalam bisnis milik GE.

Dari Kriteria Penilaian, Menentukan Posisi Individu Dalam Perusahaan

9 Box Matriks ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan merencanakan karyawan untuk menempati jabatan yang sesuai dengan potensi yang dimiliki. Dimensi 9 Box Matrix sendiri terbagi menjadi dua yaitu performa karyawan pada masa lalu yang diwakili oleh sumbu x dan potensi karyawan di masa mendatang yang diwakili oleh sumbu y. Kombinasi sumbu x dan y inilah yang akan menentukan posisi suatu individu di dalam perusahaan.

Dalam membaca perhitungannya, pada kuadran kanan atas, kecenderungan nilai x dan y akan tinggi, sehingga itu artinya individu diidentifikasikan sebagai kandidat yang berpotensi tinggi dalam rencana mensukseskan perusahan atau yang disebut dengan succession planning candidate.

Peran 9 Box Matriks ini dilakukan untuk menjadi kriteria penilaian kinerja karyawan yang paling efektif dan membantu perusahaan untuk memfokuskan kepada siapa fokus pengembangan individu akan diberikan. Selain itu, fungsi lain dari penggunaan model ini adalah untuk mengurangi penilaian secara subjektif dan membantu penerapan kriteria karyawan serta low cost.

Baca Juga: Jadi Pemimpin yang Baik dengan Tips Memotivasi Produktivitas Karyawan