6 Target Bisnis Untuk Meningkatkan Omset Penjualan di 2019

Susun Target Untuk Meningkatkan Omset Penjualan

Bisnis Anda kurang ‘nendang’ untuk meningkatkan omset penjualan di tahun lalu? Mungkin hal tersebut bisa disebabkan karena Anda tidak mempersiapkan strategi dan target dengan matang.

Untuk tahun 2019 ini, kami akan membantu Anda dalam menyusun target bisnis agar mampu meningkatkan omset penjualan. Baca sampai habis.

1. Analisis Tim Sales Untuk Optimalkan Kinerja

target-tingkatkan-omset2

Upaya meningkatkan omset penjualan bukan dari jumlah tim yang bekerja, tapi seberapa baik kinerja mereka dalam mencari customer. Anda harus mampu menyelesaikan masalah dan kendala yang tim sales Anda sering hadapi di tahun 2018.

Tingkatkan kapabilitas mereka, temukan kelemahan mereka dan libatkan mereka dalam strategi Anda agar mereka termotivasi dan mampu memberikan improvement performance.

2. Tentukan Niche Market dan Apa yang Mereka Butuhkan

target-tingkatkan-omset3

Tentukan dengan melihat dari berbagai aspek seperti gender, umur, pendapatan dan yang lainnya. Setelah itu, cari tau apa yang niche market Anda butuhkan karena bisnis saat ini bukan lagi melihat produk yang dijual, tapi apa yang dibutuhkan oleh target pasar Anda.

Anda bisa menggunakan polling yang tersedia di fitur sosial media untuk melihat apa yang mereka butuhkan saat ini dari produk Anda. Lalu, berinovasilah.

3. Identifikasi Poin Menarik dari Produk Anda

target-tingkatkan-omset4

Kalau Anda pernah mendengar istilah Unique Sales Proposition, inilah target selanjutnya yang perlu Anda lakukan. Untuk meningkatkan omset penjualan, setidaknya bisnis Anda harus memiliki daya tarik yang berbeda bahkan tidak dimiliki oleh kompetitor.

Dengan begitu, Anda akan lebih mudah dalam menjual produk karena Anda sudah mampu memberikan penjelasan mengapa mereka perlu membeli produk Anda, bukan produk orang lain.

4. Susun Strategi Pendapatan Dengan Tren Inovasi Terbaru

target-tingkatkan-omset7

Yang perlu Anda lakukan adalah menganalisa terlebih dahulu pendapatan bisnis Anda di tahun 2018.

Kemudian mulailah susun strategi yang mampu meledakkan penjualan agar penurunan omset bisa terminimalisir serta integrasikan strategi Anda dari tahun ke tahun dengan terus memperbaharui tren inovasi terbaru.

Susun strategi dengan membuat draft persentase kemungkinan peningkatan. Buat persentasenya serealistis, masuk akal dan dapat dicapai.

5. Pecah Target Besar Kedalam Kelompok Kecil

target-tingkatkan-omset5

Target bisnis yang Anda buat tentu sangat besar, tapi jika Anda tidak memecah target tersebut dalam skala kecil, Anda akan kesulitan untuk meraihnya.

Pecah target besar menjadi beberapa kepingan target agar Anda mampu meraihnya secara perlahan.

Misal, jika persentase pendapatan di tahun ini ingin meningkat 12%, buatlah menjadi beberapa bagian seperti 4% di 4 tahun pertama, pertengahan dan akhir tahun.

6. Membuat Konten dengan Kualitas Terbaik

target-tingkatkan-omset6

Jika upaya meningkatkan omset penjualan di tahun 2018 kurang berarti, hal tersebut bukan terjadi karena produk yang Anda jual memiliki kualitas buruk. Namun bisa jadi karena Anda belum mampu mempresentasikan produk Anda dengan baik kepada publik.

Buatlah konten tentang produk Anda dengan tonjolkan kelebihan dan kegunaan dari produk Anda, coba untuk mengedukasi publik, bukan menjual.

Itulah 6 target bisnis yang perlu Anda lakukan untuk meningkatkan omset penjualan di Tahun 2019. Jika semua target diatas sudah mampu Anda jalankan, tinggal tunggu mantra penjualan bekerja di dalam bisnis Anda.

Voila, omset akan meningkat sesuai dengan harapan Anda.

Kami juga ingin memberikan Anda e-book gratis tentang mempromosikan online shop agar bisnis Anda bisa eksis. Download disini.

Baca Juga:Mengenal KPKU BUMN, Ciptakan Kinerja Unggulan Perusahaan Berdaya Saing Tinggi

Penerapan Malcolm Baldrige Performance Excellence Criteria di BUMN

Mengenal Malcolm Baldrige Performance Excellence Criteria

Pengoptimalan kualitas dan kinerja tim dalam suatu perusahaan telah lama menjadi perhatian khusus para pemimpin perusahaan sejak pertengahan tahun 1980-an.

Banyak pemimpin baik perusahaan industri maupun pemerintah melihat bahwa mereka membutuhkan pengoptimalan kualitas agar terus berkembang di pasar dunia yang penuh tuntutan dan kompetitor kuat.

Hingga akhirnya, Amerika menciptakan standar keunggulan kinerja bernama Malcolm Baldrige Performance Excellence Criteria. Kriteria tersebut menjadi standar keunggulan kinerja yang akan membantu perusahaan di Amerika mencapai kualitas kelas dunia.

Menjadi pionir dalam standar keunggulan kinerja perusahaan, Malcolm Baldrige Performance Excellence Criteria berkembang dan kini menjadi acuan seluruh dunia dalam menetapkan standar kinerja yang unggul di dalam perusahaan.

Dalam jenis bisnis yang berkembang saat ini, Malcolm Baldrige Performance Excellence Criteria membantu perusahaan untuk tumbuh dengan melalui berbagai tantangan seperti tantangan keterbukaan, transparansi, menciptakan nilai bagi perusahaan maupun customer serta tantangan untuk berinovasi dengan cepat dan memanfaatkan aset ilmu pengetahuan.

Malcolm Baldrige Performance Excellence Criteria dianggap penting karena standar kriteria ini merupakan kerangka kerja manajemen yang paling komprehensif dari seluruh kerangka kerja yang tersedia.

Dengan standar kriteria ini, pemimpin akan mampu memahami semua kekuatan internal dan eksternal dalam menggerakan bisnis maupun perusahaan mereka.

Selain itu, Baldrige juga membantu perusahaan di seluruh dunia untuk bisa memperbaiki kinerja mereka mengacu pada apa hal yang paling krusial yang dapat membantu perusahaan meraih kesuksesan.

Serta memilih tindakan apa yang mampu menghasilkan pencapaian, peningkatan dan mempertahankan kinerja perusahaan agar terus berkembang sebaik mungkin.

Nilai Penting Malcolm Baldrige Performance Excellence Criteria

Malcolm Baldrige Performance Excellence Criteria dirancang untuk membantu perusahaan dalam meningkatkan manajemen kinerja perusahaan.

Selain itu, kriteria ini juga memiliki nilai penting yang berorientasi pada hasil yang baik dan menciptakan tindakan untuk umpan balik (feed back) seperti:

1. Kepemimpinan yang memiliki gambaran visi misi

2. Keunggulan yang didorong oleh pelanggan

3. Pembelajaran organisasi dan personal

4. Menghargai tenaga kerja dan mitra

5. Kecepatan

6. Berfokus pada masa depan

7. Mengelola Inovasi

8. Pengelolaan Sesuai Fakta

9. Tanggung Jawab Kemasyarakatan

10. Berfokus pada hasil dan penciptaan nilai

11. Perspektif Kesisteman

Penerapannya di Perusahaan BUMN Indonesia

Indonesia merupakan satu dari sekian banyak negara di dunia yang mengadopsi Malcolm Baldrige Performance Excellent Criteria sebagai acuan standar kinerja perusahaan khususnya dalam perusahaan BUMN.

Dengan nama Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU), Kementerian BUMN di Indonesia telah menetapkan kriteria tersebut sebagai pedoman pengelolaan dan peningkatan kinerja BUMN sejak tahun 2012.

Mengacu pada Malcolm Baldrige Performance Excellent Criteria, penilaian KPKU memiliki tujuan utama yakni untuk menentukan daya saing yang tinggi dan menilai kekuatan internal perusahaan.

Di tahun 2019 ini, pemerintah Indonesia juga mengharapkan adanya peningkatan perusahaan BUMN yang mendapatkan titel Good Performance dari hasil penilaian kinerja mereka yang berbasis pada KPKU sebanyak 75 perusahaan BUMN.

Jika Anda membutuhkan penjelasan lebih detail mengenai KPKU dan implementasinya, tidak ada salahnya untuk mencoba mengikuti workshop dari kami, TUW Consultant. Lihat detailnya dengan klik disini.

Baca Juga: KOMINFO Cabut Akses Pemblokiran, Tumblr Bisa Diakses Lagi di Indonesia